Pengertian Lempar Lembing, Teknik Dasar Olahraga Lempar Lembing, Gaya Finlandia, Gaya Amerika, Teknik Membawa Lembing, Tahap Melempar dan Melepaskan Lembing

Olahraga lempar lembing merupakan salah satu cabang olahraga yang terdapat dalam atletik. Jenis olahraga ini menuntut adanya kecepatan berlari dalam melakukan lemparan. Berikut ini akan dijelaskan mengenai olahraga lempar lembing.

Pengertian Lempar Lembing

Lembing adalah sebuah alat dalam salah satu nomor atletik. Lembing berbentuk seperti tombak dengan sudut tajam di salah satu ujungnya. Melempar adalah melakukan gerakan menolak atau mendorong, seperti membuang sesuatu dari tangan.
Sedangkan dalam proses melempar, terjadi pengaliran tenaga dari tangan terhadap media yang dipegang tangan. Dengan demikian, lempar lembing dapat diartikan melakukan gerakan untuk mendorong atau melepaskan lembing dari tangan dengan tenaga ke arah yang diinginkan.

Teknik Dasar Olahraga Lempar Lembing

Teknik lempar lembing harus dikuasai jika ingin melakukan gerakan lempar lembing secara sempurna. Teknik-teknik tersebut, antara lain memegang lembing, membawa lembing, dan sikap awalan.
Ada dua teknik atau gaya memegang lembing, yaitu gaya Finlandia dan gaya Amerika.

a. Gaya Finlandia

Pada gaya Finlandia, ibu jari lurus dan jari tengah melingkar pada pegangan lembing di bagian tepi belakang. Jari telunjuk lurus memegang lembing di belakang pegangan, segaris dengan lengan. Dua jari lainnya, berimpit agak renggang dan melingkari pegangan lembing. Dengan teknik ini, tarikan pada bagian tepi belakang pegangan lembing akan dilakukan oleh jari tengah, seperti terlihat pada Gambar Berikut.
Pegangan Lembing Gaya Finlandia

b. Gaya Amerika


Jari telunjuk memegang bagian tepi belakang pegangan lembing. Ibu jari yang dalam keadaan lurus diletakkan pada bagian belakang tepi pegangan lembing. Tiga jari lainnya berimpit renggang dengan jari telunjuk memegang pada pegangan lembing. Dengan teknik ini, jari yang memegang peranan dalam melempar lembing adalah jari telunjuk, seperti terlihat pada Gambar. 

Pegangan Lembing Gaya Amerika
Gaya yang dipilih atlet pelempar lembing harus dapat memberikan pegangan yang nyaman pada lembing. Sehingga dapat mengendalikan jalan dan arah lemparan dengan tepat, dan menyalurkan tenaga pada lemparan dengan tepat pula.


2.  Teknik Membawa Lembing


Ada tiga teknik membawa lembing ketika melakukan awalan, yaitu sebagai berikut.

a.  Lembing dibawa di atas bahu dengan mata lembing mengarah serong ke atas.

Teknik ini umumnya digunakan oleh atlet yang menggunakan awalan dengan gaya Amerika (American hop).

b. Lembing dibawa di depan bahu dengan mata lembing mengarah serong ke bawah.

Teknik ini banyak digunakan oleh pelempar yang menggunakan awalan gaya Finlandia.

awalan gaya Finlandia

c. Lembing berada di bawah, sehingga lengan kanan atlet yang memegang lembing harus lurus ke bawah. Dengan demikian, arah mata lembing menjadi serong ke atas dan ekornya mengarah ke bawah. Teknik ini dimaksudkan agar memudahkan pelempar dalam memperoleh posisi siap untuk melakukan lemparan setelah melakukan awalan.

Penggunaan teknik pertama dan lcedua tidak mengganggu kecepatan awalan. Hal itu lcarena lembing dapat digerakkan ke depan dan ke belakang seirama dengan langkah kaki. Pada awalnya, lembing dibawa. Kemudian, lengan diluruskan ke belakang untuk memperoleh sikap siap dalam melempar. Teknik seperti ini memerlukan suatu keterampilan khusus. 
Sedangkan pada teknik ketiga, pelempar menggunakan kecepatan lari dan mudah memperoleh sikap siap dalam melempar. Hal itu karena lembing sudah berada di bawah. Teknik ketiga cocok bagi seorang pelempar pemula.

3. TahapAwalan


Tahap awalan pada lempar lembing dapat dilakukan dengan gaya Finlandia dan gaya Amerika. Pada gaya Finlandia menggunakan langkah silang, sedangkan pada gaya Amerika menggunakan langkah jingkat.

a. Gaya Finlandia


Tahap awalan gaya Finlandia banyak digunakan oleh para juara Olimpiade. Untuk berada pada posisi lempar, awalan diakhiri dengan langkah silang. Sedangkan untuk memperoleh ketepatan awalan, perlu digunakan tanda-tanda (check marks). Hal itu dilakukan agar langkah-langkah dapat selalu tepat dalam tanda-tanda yang telah dipasang. Contoh pengaturan langkah awalan gaya Finlandia, seperti terlihat pada Gambar 3.4

Gaya Finlandia
Awalan gaya Finlandia dilakukan dengan kaki sej aj ar pada tanda ketiga (tanda ditempatkan di sebelah kiri lintasan awalan). Lembing dipegang di depan bahu, dan arah mata lembing serong ke bawah. Langkah pertama awalan menggunakan kaki kiri, dan kecepatan lari menggunakan Vi tenaga. Sewaktu berlari, lembing dibawa dengan diayunkan sesuai irama kaki. Yakni, lembing ke atas jika kaki kanan maju dan lembing diayunkan ke bawah jika kaki kiri maju. Tekanan jari-jari pada lembing tidak terlalu kuat dan tidak terlalu lemah.
Pada langkah kelima, kaki kiri jatuh pada tanda kedua, dan mulai menambah kecepatan awalan dengan menggunakan 7/8 tenaga. Pada langkah kedelapan setelah tanda kedua, kaki kiri tepat pada tanda pertama ketika dimulainya persiapan langkah silang. Lembing mulai ditarik ke belakang agar berada pada posisi lempar.

Lima langkah terakhir terdiri atas empat langkah persiapan untuk memperoleh posisi lompat. Sedangkan satu langkah terakhir merupakan langkah yang mengikuti lepasnya lembing. Berikut sikap badan pada empat langkah sebelum langkah terakhir.
  1. Langkah pertama, kaki kanan menapak dengan ujung kaki untuk menuju arah lemparan. Posisi lembing sudah ditarik ke belakang.
  2. Langkah kedua, kaki kiri melangkah ke muka. Ujung kaki kiri sedikit diputar ke kanan dan lembing sudah berada di belakang dengan lengan lurus. Badan berputar ke kanan mengikuti tarikan lembing ke belakang.
  3. Langkah ketiga, kaki kanan ke depan yang merupakan langkah silang. Hal ini disebabkan badan sudah berputar ke kanan, sehingga langkahnya menjadi silang. Ujung kaki kanan menapak serong ke kanan.
  4. Langkah keempat, kaki kiri dilangkahkan lebar ke depan. Badan condong ke belakang, lengan lurus terjulur ke belakang, kaki kanan sedikit ditekuk agar dapat menolak dengan kuat. Posisi ini adalah merupakan posisi lempar. Lembing membentuk sudut lebih kurang 40°.

b.  Gaya Amerika

Gaya lempar lembing Amerika menggunakan kecepatan awalan harus dapat dimanfaatkan seefisien mungkin untuk mendorong lemparan pada lembing dengan berhenti secara mendadak. Dalam hal ini hanya menggunakan sekali jingkat ketika dalam posisi lempar. Gaya ini mudah dipelajari karena sangat sesuai untuk pemula.

Untuk memperoleh kecepatan awalan dalam gaya Amerika perlu digunakan tanda-tanda (check marks). Apabila pengaturan langkah awalan dalam gaya Finlandia diterapkan pada gaya Amerika, maka awalannya dilakukan seperti terlihat Gambar 3.5.
Gaya lempar lembing Amerika menggunakan kecepatan awalan
 Pengaturan langkah dapat ditentukan menurut kebiasaan dan gaya masing-masing pelempar. Demikian juga penggunaan tanda-tandanya. Ada yang memakai dua tanda saja, yakni tanda untuk permulaan awalan dan tanda langkah silang atau langkah jingkat. Penempatan tanda-tanda langkah, baik pada kaki kanan atau kaki kiri, disesuaikan dengan panjangnya awalan.

Untuk awalan gaya Amerika, gerakan langkahnya dapat direncanakan seperti tertera pada Gambar 3.5, dengan menggunakan variasi langkah 5 - 8 - 4. Posisi awalnya, berdiri dengan kaki sejajar, dan lembing dibawa ke atas bahu kanan dengan mata lembing menghadap serong ke atas, serta pandangan lurus ke depan. Posisi lengan kiri harus diangkat ke depan dengan siku sedikit ditekuk.

Langkah pertama menggunakan kaki kiri. Kecepatan lari langkah pertama sampai lima menggunakan lA tenaga. Delapan langkah berikutnya, kecepatan ditingkatkan dengan menggunakan tenaga. Selama lembing dibawa dengan berlari, lembing harus diayunkan ke depan dan ke belakang searah dengan arah mata lembing dan langkah kaki.  
Empat langkah terakhir gaya Amerika terdiri atas tiga langkah untuk memperoleh posisi melempar. Langkah terakhir atau langkah keempat merupakan langkah yang mengikuti lepasnya lembing. Misalnya,
  1. Langkah pertama, kaki kanan menapak bersama ujung kaki yang menghadap arah lempar, dan lembing ditarik ke belakang disertai dengan badan yang memutar ke kanan dan mulai condong ke belakang.
  2. Langkah kedua, kaki kanan berjingkat, dan lembing berada di belakang dengan lengan lurus. Posisi badan menghadap ke kanan penuh dan condong ke belakang, yang berada pada posisi lempar.
  3. Langkah ketiga, kaki kiri dilangkahkan ke depan bersamaan dengan dimulainya gerakan melempar.

Tahap Melempar dan Melepaskan Lembing

Ketentuan lemparan dan lepasnya lembing adalah sebagai berikut.
  1. Kaki kanan menolak kuat, dibantu dengan kaki kiri yang mengangkat panggul ke depan atas, disertai dengan panggul dan badan diputar ke kiri. Lengan kiri terangkat di depan dada, lalu digerakkan ke samping kiri. Kepala menghadap ke arah lemparan dan pandangan agak ke atas.
  2. Dengan didahului siku kanan, lembing dilemparkan sekuat-kuatnya dengan sudut lemparan kurang dari 40°. Pada saat melempar, badan dicondongkan ke depan mengikuti ayunan lengan. Lepasnya lembing kira-kira di depan atas dari bahu kanan.

Gerakan Lanjutan

Lepasnya lembing diikuti kaki kanan melangkah ke depan. Tahap ini merupakan langkah kelima pada gaya Finlandia atau langkah lceempat pada gaya Amerika. Bersamaan dengan mendaratnya kaki kanan, kaki kiri digerakkan ke belakang. Kaki kiri tetap terangkat untuk memberikan keseimbangan pada kaki kanan yang harus berjingkat dalam mengerem lajunya awalan. Di samping itu, lengan juga ikut menjaga keseimbangan badan. Untuk lebih jelasnya, perhatikan Gambar 3.6!

Gerakan Lanjutan

Kesalahan dalam Olahraga Lempar Lembing

Hasil lemparan menjadi kurang maksimal apabila lembing dipegang terlalu erat atau dipegang dengan cara yang tidak sesuai. Berikut ini akan dijelaskan mengenai kesalahan dalam melempar lembing, terutama pada tahap awalan dan tahap melempar.

1. Tahap Awalan

Pada tahap awalan, ada beberapa kesalahan yang dapat terjadi, yaitu sebagai berikut.
  • Pelempar kurang cepat berlari.  Hal ini dapat terjadi karena pelempar belum terbiasa berlari sambil    membawa lembing. Di samping itu, lembing dibawa berlari tanpa    ayunan yang serasi    dengan langkah lari, sehingga menghambat kecepatan awalan. Oleh sebab itu, pada waktu mendekati langkah silang atau langkah jingkat, pelempar harus mengurangi kecepatannya atau berhenti.
  • Saat berada pada posisi lempar, badan condong ke depan karena dorongan kecepatan awalan, sehingga berat badan berada di kaki kiri. Gerakan ini tidak memungkinkan melakukan lemparan dengan tenaga penuh. Hal ini disebabkan kaki kiri kurang melangkah lebar.
  • Kaki kanan kurang ditekuk.
  • Badan kurang condong ke belakang dan lengan kurang lurus ke belakang. Akibatnya, tarikan lembing tidak segaris dengan arah lemparan, sehingga mata lembing mengarah serong ke luar.
2. Tahap Melempar

Ada beberapa kesalahan yang dapat terjadi pada tahap melempar, yaitu sebagai berikut.
  • Tolakan kaki kanan kurang kuat.
  • Gerakan melempar melalui tolakan kaki dan putaran badan.
  • Lemparan lembing tidak melalui atas bahu, melainkan melalui samping bahu.
  • Sudut lemparan terlalu besar atau terlalu kecil.
  • Setelah melempar, kaki kanan tidak melangkah ke depan, tetapi tetap diam di belakang yang dapat menghambat jauhnya lemparan.
  • Jari-jari tangan kurang berfungsi untuk mengendalikan jalannya lembing, sehingga kemungkinan lembing tidak dapat menancap.
  • Keseimbangan badan kurang dapat dipelihara, sehingga badan keluar dari batas lemparan.

Daftar Isi

Daftar Isi Blog Cadiak
  1. Sistem Pernafasan pada Manusia Tugas IPA SMP
  2. Cara Buat Presentasi Tugas Sekolah Kelas 3 SMP
  3. Sejarah Prestasi Senam di Indonesia
  4. Makalah Internet
  5. Motivasi Belajar Untuk Para Pencari Ilmu
  6. Pengertian Seni Rupa
  7. Fungsi dan Tujuan Seni
  8. Pengelompokan Seni Rupa 
  9. Keunikan Gagasan dan Teknik Karya Seni Rupa Daerah Setempat
  10. Ekspresi Seni Rupa Terapan Daerah Setempat, Menggambar Bentuk 
  11. Macam - Macam Bentuk Gambar Seni Rupa, Bentuk Kubistis, Bentuk Piramid dan Kerucut, Bentuk Silindris, Bentuk Bola atau Bulat, Bentuk Bebas atau Tak Beraturan
  12. Kumpulan Cerita Legenda Rakyat Yang Berbekas, Sangkuriang dari Jawa Barat, Malin Kundang dari provinsi Sumatera Barat, Jaka Tarub dari Jawa Tengah
  13. Peralatan dan Media Menggambar Bentuk
  14. Teknik Teknik dalam Menggambar Bentuk
  15. Belajar Karya Seni Kriya Indonesia
  16. Reproduksi atau Perkembangbiakan Tumbuhan
  17. Keragaman Jenis, Bentuk Karya Seni Rupa Terapan Daerah Setempat
  18. Contoh Makalah Jasa Boga
  19. Contoh Makalah Perkembangbiakan Vegetatif
  20. Contoh Proposal Lomba Cipta Musik
  21. Contoh Makalah Internet tentang Aplikasi Komputer
  22. Makalah Tata Boga Lauk Pauk Khas Betawi
  23. Contoh Makalah Kegiatan Marine dan Pengeboran Minyak
  24. Sistem Informasi Sumber Daya Manusia (SISDM/HRIS)
  25. Contoh Makalah Membuat Drama
  26. Contoh Makalah Partikel Atom
  27. Contoh Makalah Kegiatan Kepramukaan
  28. Contoh Membuat Kerangka Sinopsis Novel 
  29. Contoh Kliping Dikotil dan Pengertiannya
  30. Kumpulan Pribahasa Dalam Kehidupan Sehari-hari 
  31. Air cucuran Atap Jatuhnya Ke Pelimbahan Juga
  32. Pribahasa yang sering di dengar dalam kehidupan sehari-hari
  33. Bimbingan dan Konseling SMP tentang Remaja dan Agama
  34. Permainan dan Olahraga Bola Besar
  35. Ciri-Ciri Lagu Daerah Nusantara 
  36. Faktor-Faktor Munculnya Renaissance
  37. Menengok Seni Islam Dalam Batik Rifa'iyah
  38. Membaca Komponen Peta dan Atlas
  39. Naskah Pembawa Acara Maulid Nabi Muhammad SAW.
  40. Peta Sumatera dan Berikut Provinsinya
  41. Naskah Untuk MC Acara Pernikahan (Walimatul 'Ursy)
  42. Pedoman Untuk MC Walimatul Khitanan
  43. Konsep Naskah MC Acara Pengajian Rutin Bulanan
  44. Sistem Ekskresi Manusia Pelajaran IPA Kelas IX
  45. Naskah Untuk MC Acara Perpisahan Sekolah
  46. Pengertian, Hakikat, dan Macam-Macam Demokrasi
  47. Contoh Tex Pidato MC Acara Ulang Tahun
  48. Iseng-Iseng Pintar, Soal Karya Seni Rupa Terapan Derah Setempat
  49. Pendidikan Pancasila SEBAGAI SISTEM Filsafat di kemas dalam bentuk Animasi PowerPoint
  50. Slide PowerPoint Lauk Pauk Khas Betawi 
  51. Pengertian Dialog Interaktif
  52. Pengertian dan Bentuk-bentuk Hubungan Sosial
  53. Pengertian Iman Kepada Rasul
  54. Kata Sambutan Panitia Penyelenggara Maulid Nabi saw.
  55. Kata Sambutan Penyerahan Mempelai Putri
  56. Contoh Kata Sambutan Penerimaan dari Pihak Mempelai Pria
  57. Pengertian Sifat Pendendam dan Munafik, Akibat Negatif dari Sifat Pendendam, Cara mengobati Sifat Pendendam
  58. Pengertian Adab Makan dan Minum
  59. Pengertian Binatang yang Halal dan Haram
  60. Pengertian Takabur, Ciri-ciri Takabur, Bahaya Takabur
  61. Pengertian, sifat dan Membuat Magnet
  62. Siap Tempur Hadapi (UN) Ujian Nasional 2016
  63. Teknik Pembuatan Karya Seni Rupa dan Keunikan Gagasan Apresiasi Seni
  64. Contoh Soal Uji Kompetensi Karya Seni Terapan
  65. Aplikasi Smartphone Sebagai Pengasah Otak
  66. Lebih Baik Nongkrong Di Perpustakaan Menambah Ilmu
  67. Pengertian Pengendalian Sosial 
  68. Pengertian Pajak Berdasarkan Ciri-ciri, Sifat, Unsur dan Jenis
  69. MEMAHAMI LINGKUNGAN DAN PENTINGNYA KERJASAMA
  70. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS
  71. Contoh Surat Lamaran Pekerjaan Ke Perusahaan
  72. Teks Pidato Dengan Tema Pengaruh Pendidikan Agama Untuk Remaja Dalam Pergaulan
  73. Tata Laksana Kepabeanan Dibidang Ekspor 
  74. Pemeriksaan Dokumen dan Fisik  Barang Ekspor
  75. Kebutuhan Hidup Manusia Yang Harus Dipenuhi 
  76. Cara Melihat Hasil Seleksi SNPTN 2016
  77. Nama dan Alamat Sekolah Kejuruan Di Jakarta
  78. Universitas Brawijaya Menjadi Favorit di Tahun ini
  79. Mengenal Tanda Kekerasan dan Pelecehan Seksual
  80. Museum-Museum Yang Ada Di DKI Jakarta
  81. Museum Nasional dan Museum Daerah
  82. Museum-Museum Milik Pemerintah DKI Jakarta
  83. MUSEUM SENI RUPA DAN KERAMIK
  84. Museum Wayang Milik Pemda DKI Jakarta
  85. Pengertian Ekonomi antar Negara
  86. Pengertian majas dan macam – macam majas
  87. Percakapan Bahasa Inggris - Indonesia dalam Sehari-hari
  88. Percakapan Bahasa Inggris - Indonesia Suasana Pagi Hari
  89. Ungkapan Pamitan Bahasa Inggris
  90. Tamat SMP Lanjutkan Ke Sekolah Kejuruan SMKN 40 
  91. Pengertian Sistem Ekskresi dan  Alat Ekskresi Pada Manusia
  92. Kelainan dan Penyakit pada Sistem Ekskresi , Penyakit pada hati, Ekskresi pada Hewan, 
  93. Pengaruh Kehidupan Keluarga Dalam Pembinaan Nilai Moral
  94. Koordinasi Dalam Tubuh Manusia, Sistem Saraf, Sistem Saraf Manusia, Sistem saraf tepi, Kelainan dan penyakit pada sistem saraf manusia, Sistem saraf pada hewan
  95. Sistem Hormon, Kelenjar Pada Manusia dan Hewan
  96. Pengertian Indera Pada Manusia serta Fungsinya
  97. Adaptasi Kelangsungan Hidup Makhluk Hidup
  98. Kecerdasan Linguistik, Matematik, Spasial, Kinestesis, Musikal, Intrepersonal, Intrapersonal
  99. Pewarisan Sifat, Kromosom dan Gen Sebagai Faktor Pembawa Sifat, Genotipe dan Fenotipe
  100. Sekolah Kejuruan (SMK) Berpeluang Untuk Menciptakan Bisnis Sampingan 
  101. Daftar Nama Paskibra 2016 Dari Masing-masing Provinsi di Indonesia
  102. Pengetahuan Mitos dan Genetika di Wunga
  103. Bahaya Banjir,  Penyebab Banjir serta Pencegahan Banjir
  104. Penyebab dan Penanggulangan Bahaya Kebakaran
  105. Larangan Merokok, Bahaya Merokok Aktif dan Pasif, Zat Yang Tekandung Dalam Rokok
  106. Beriman dan Bertakwa  kepada Tuhan Yang Maha Esa
  107. Zat Berbahaya, Jenis-jenis Zat Berbahaya, Narkoba, Psikotropika
  108. Produksi Kerajinan Dengan Inspirasi Budaya Nonbenda
  109. Wirausaha, Produk Teknologi, Transportasi, Logistik, Karakteristik, Kewirausahaan
  110. Perencanaan, Usaha, Produk, Teknologi, Transportasi, Laut, Udara, Logistik
  111. Perhitungan, Biaya Produksi, Produk Teknologi, Transportasi, Logistik, Evaluasi, Kegiatan Pembelajaran, Wirausaha
  112. Berwirausaha, Pengertian Wirausaha, Wirausaha Budi Daya Pangan, Bidang Usaha Di bidang Pangan
  113. Perhitungan Biaya Budi Daya Tanaman Pangan
  114. Pemasaran Langsung, Penjualan Lewat Facebook, Twitter, Instagram, Bisnis di Sekolah,
  115. Kewirausahaan dalam Bidang Pengolahan Bahan Makanan
  116. Sistem Pengolahan Makanan Awetan Bahan Nabati,  Proses Pengolahan Produk Makanan Minuman 
  117. Kerajinan Bahan Lunak dan Wirausaha | Bahan | Motif Hias | Teknik Pembuatan | Fungsi Karya | Kreatif | Desain Produk
  118. Prakarya Kerajinan Tangan Sambil Wirausaha
  119. Pengertian Permainan Bola Tangan, Lapangan Bola Tangan, Peraturan Permainan Bola Tangan, Cara Bermain Bola Tangan
  120. Teknik Dasar Permainan Bola Tangan | Teknik Melempar Bola | Teknik Menangkap Bola | Teknik Membawa Bola | Teknik Menembak Bola
  121. Pengertian Permainan Bulu Tangkis, Peralatan dan Lapangan, Raket, Shuttle Cock (Kok atau Bola), Lapangan [Court), Net, Peraturan Servis 
  122. Pengertian Lempar Lembing, Teknik Dasar Olahraga Lempar Lembing, Gaya Finlandia, Gaya Amerika, Teknik Membawa Lembing, Tahap Melempar dan Melepaskan Lembing
  123. Pengertian, Pencak Silat,  Aspek,  Mental, Spiritual, Seni Budaya, Bela  Diri , Olah Raga, Gerakan, Tendangan,  Elakan , Tangkisan
  124. Pengertian Kebugaran Jasmani, Joging, Sejarah Joging, Otot - Otot,  Peregangan
  125. Aerobic, Senam Lantai, Senam Ketangkasan, Lompat Kangkang, Senam Aerobic,  Latihan Meluncur | Gerakan Senam 
  126. Pengolahan Dan Kewirausahaan Bahan Nabati Dan Hewani Menjadi Makanan Khas Daerah
  127. Renang, Gaya Punggung, Gaya Dada, Gaya Bebas, Teknik Renang
  128. Artikel Tentang Pramuka
  129. Kreativitas, Keterampilan dalam Berwirausaha Sejak Sekolah
  130. Wirausaha Kerajinan dengan Inspirasi Budaya Nonbenda, Sifat-sifat seorang wirausahawan, Percaya Diri, Berorientasikan Tugas dan Hasil, Berani Mengambil Risiko 
  131. Sumber Daya, Material, Teknik dan Ide Kerajinan dengan Inspirasi Budaya Nonbenda, Pencarian Ide Produk, Membuat Gambar/Sketsa, Perencanaan Produksi
  132. Bimbingan Konseling, Gaya Remaja Sehat, Kesehatan Bagi Remaja, Kesehatan dan Penyakit, Pelayanan dan Fasilitas Kesehatan
  133. Pengertian Ilmu Ekonomi, Masalah Ekonomi, Sumber Daya Alam, Sumber Daya Manusia
  134. Pengertian Agama Islam, Karakteristik Agama Islam 
  135. Mengenal Definisi, Tugas, Pembagian Manajer, Pengantar Manajemen, Organisasi
  136. Mau Jadi Apa Setelah Tamat? Teknologi dan Industri, Bisnis dan Manajemen,  Seni dan Kerajinan, Pariwisata, Kesenian
  137. Cara Belajar Efektif Menjelang Ujian Naik Kelas atau kelulusan, Latihan Soal, Tanya Jawab Sendiri, Belajar dari Banyak Sumber,
  138. Dua gelas air putih saat bangun tidur, Baca Buku, Mendengarkan Audio Book atau Podcast, Gaul dengan orang yang lebih pintar
  139. Pengertian Pasar, Fungsi Pasar, Sarana Distribusi, Pembentuknya harga, Sarana Promosi, Penyerap tenaga kerja, Sumber penghasilan, Bentuk-bentuk Pasar
  140. City Branding dalam Teori Place Branding, City Branding di Era Internet, Modal Surabaya untuk menampilkan City Branding sebagai Kota Maritim, Surabaya Shopping and Culinary Track (SSCT) 
  141. Sistem Gerak Pada Manusia, Organ, Jenis dan Fungsi Tulang, Otot
  142. Sistem Pencernaan, Manusia, Mulut, Gigi, Lidah, Kerongkongan, Lambung
  143. Perancangan Produksi Teknologi Transportasi Logistik Sketsa Ide Contoh Sketsa
  144. Ciri - Ciri Negara Berkembang dan Negara Maju
  145. Perhitungan Biaya Makanan Awetan dari Bahan Nabati
  146. Kuliner, Hewani, Nabati, Proposal Usaha, Pengolahan dan Wirausaha Modifikasi Makanan Khas Daerah
  147. Mengetahui Kalender Pendidikan 2022-2023 DKI Jakarta
  148. Puisi Telur Bebek dan Leher
  149. Pembagian Seni audio Visual Audiovisual Musik Tari Teater Sastra
  150. Mengenal Perubahan Iklim Untuk Dapat Mengetahui Dampak serta Cara Menanggulanginya