Wednesday, October 26, 2016

Ilmu Ekonomi, Pengertian Sumber Daya Modal, Sumber Daya Keahlian, Skil Wirausaha, Pilihan dan Skala Prioritas

Sumber Daya Modal

Sumber daya modal adalah segala sarana yang digunakan untuk menghasilkan barang lain. Sumber daya modal bisa berbentuk uang, dan berbentuk modal fisik, yaitu bahan mentah, gedung, peralatan, dan mesin-mesin. Kelangkaan sumber daya modal bermuara pada kemauan dan kemampuan manusia sendiri. Pada dasarnya setiap orang memiliki kemampuan untuk membentuk sumber daya modal tersebut. Salah satu cara membentuk modal adalah kemauan yang kuat untuk bekerja keras dan berusaha.

Secara umum, sumber daya modal berdasarkan bentuknya dapat dikelompokkan menjadi sebagai berikut :
  1. Modal nyata (modal kongkret), yaitu modal yang berwujud (tangible) atau dapat dilihat secara nyata dalam proses produksi, seperti uang, mesin produksi, dan kendaraan angkut.
  2. Modal tidak nyata (modal abstrak), yaitu modal yang tidak berwujud (intangible), tetapi memiliki nilai dalam perusahaan. Contohnya keterampilan, pengetahuan, dan jaringan informasi.

Adapun dari segi manfaatnya dalam proses produksi, modal dapat dikelompokkan menjadi sebagai berikut.
  1. Modal tetap adalah barang-barang modal yang dapat digunakan berkali-kali dalam proses produksi. Contohnya gedung dan mesin-mesin pabrik.
  2. Modal lancar adalah barang-barang modal yang habis selcali pakai dalam proses produksi. Contohnya bahan baku.

Sumber Daya Keahlian/Skill Wirausaha (Entrepreneur)


Sumber daya keahlian atau skill wirausaha adalah sumber daya manusia yang mampu/memiliki keahlian mengelola ketiga sumber daya produksi lainnya (alam, tenaga kerja, dan modal) serta bertanggung jawab atas kelancaran proses produksi.    ,

Untuk memiliki jiwa dan semangat kewirausahaan, seringkali cara yang ditempuh adalah dengan mempelajari cerita sukses dari seorang wirausaha yang sudah berhasil. Secara umum langkah-langkah seorang wirausaha, meliputi tiga tahap, dimulai dari menemukan ide, kemudian menuangkannya ke dalam inovasi (innovation) dan invensi (invention) melalui penelitian dan pengembangan (research and development), sampai akhimya menjadi barang atau produk yang siap dijual.
Fakta menunjukkan berbagai sumber daya produksi memiliki keterbatasan sehingga konsekuensinya alat pemuas kebutuhan yang dihasilkannya pun bersifat terbatas, sedanglcan di sisi lain kebutuhan manusia akan alat pemuas kebutuhan relatif tak terbatas baik secara kuantitas maupun kualitas. Fakta ketimpangan ini terbukti dari sulitnya manusia memperoleh sumber alam, tenaga kerja, modal maupun skill wirausaha. Keadaan alat pemuas yang terbatas, sedangkan manusia relatif tidak terbatas. Inilah yang disebut dengan kelangkaan (scarcity). Kelangkaan merapakan masalah inti dari ilmu ekonomi.

Keterbatasan manusia menyebabkan banyak hal terasa langka (scarce). Kelangkaan mencakup kuantitas, kualitas, tempat dan waktu. Sesuatu tidak akan langka kalau jumlah (kuantitas) yang tersedia sesuai kebutuhan, berkualitas baik, tersedia di mana saja (di setiap tempat) dan kapan saja (waktu) dibutuhkan.

Kelangkaan berbagai alat pemuas kebutuhan tersebut terjadi karena beberapa faktor, yaitu sebagai berikut.
  • Terbatasnya ketersediaan sumber daya alam.
  • Kemampuan manusia untuk mengolah alam yang terbatas.
  • Terjadinya perusakan alam oleh manusia.
  • Pertumbuhan kebutulian manusia yang lebih cepat daripada kemampuan manusia untuk menghasilkan atau menemukan sumber-sumber alat pemuas kebutulian yang bam.

Pilihan dan Skala Prioritas


Berdasarkan uraian sebelumnya diketahui bahwa, sifat dari sumber daya ekonomi adalah relatif terbatas sehingga konsekuesinya alat pemuas kebutuhan berupa barang dan jasa pun bersifat terbatas. Kondisi tersebut menuntut manusia untuk melakukan pilihan. Dalam hal ini, ilmu ekonomi dapat dimaknai sebagai ilmu tentang bagaimana manusia melakukan pilihan (science of choice). Manusia sebagai konsumen harus melakukan pilihan terhadap alat pemuas kebutuhan yang paling memberikan kepuasan maksimum. Adapun manusia sebagai produsen, harus melakukan pilihan kombinasi terbaik dari sumber daya atau faktor produksi yang paling memberikan keuntungan maksimum.

Dalam hal melakukan pilihan, manusia juga harus dapat membedakan antara kebutuhan dan keinginan.
  1. Kebutuhan (needs) merupakan hal dasar yang diperlukan manusia untuk memenuhi kebutuhannya karena akan berpengaruh kepada derajat kemanusiaan. Misalnya, makan, minum, berpakaian, tempat tinggal, norma, dan agama.
  2. Keinginan (wants) merupakan kebutuhan yang telah dipengaruhi oleh lingkungan, pendidikan, kedudukan sosial, kepentingan, dan tujuan. Hal tersebut, sebenarnya salah satu faktor yang menyebabkan timbulnya banyak pilihan dalam pemenulian kebutuhan.
Makan merupakan kebutuhan dasar manusia, sedangkan pilihan dari jenis makanan merupakan keinginan. Contoh lain dari keinginan, di antaranya pakaian, jenis-jenis minuman, jenis-jenis roti, dan pilihan tempat tinggal.

Terbatasnya sumber daya yang tersedia dibandingkan dengan kebutuhan dan keinginan, menyebabkan manusia harus menentukan pilihan-pilihan (choices) yang bersifat individu dan kolektf. Pilihan yang bersifat individu misalnya baju apa yang akan dipakai hari ini. Pilihan kolektif misalnya mendirikan sekolah atau membangun jalan raya.

Konsumen harus membuat keputusan tentang pihhan barang dan jasa yang paling memberilcan kepuasan maksimal dengan sumber daya terbatas yang dimilikinya. Adapun produsen harus membuat keputusan tentang pilihan tingkat produksi yang paling memberikan keuntungan maksimal atau pilihan kombinasi faktor-faktor produksi yang paling menimbulkan biaya produksi minimal (yang paling efisien).
Readmore → Ilmu Ekonomi, Pengertian Sumber Daya Modal, Sumber Daya Keahlian, Skil Wirausaha, Pilihan dan Skala Prioritas

Monday, October 24, 2016

Pengertian Ilmu Ekonomi, Masalah Ekonomi, Sumber Daya Alam, Sumber Daya Manusia

Pengertian llmu Ekonomi


Manusia sebagai subjek dalam kegiatan ekonomi akan selalu dihadapkan pada masalah-masalah yang berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan hidupnya. Upaya manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya merupakan kajian ilmu ekonomi yang paling mendasar. Kebutuhan manusia berbeda untuk setiap lapisan dan kondisi masyarakat. Artinya, kebutuhan pada satu tingkat sosial masyarakat atau lingkungan tertentu belum tentu menjadi kebutuhan di tingkat sosial masyarakat atau lingkungan lainnya. Fakta inilah yang menjadikan kajian tentang kebutuhan dan upaya memenuhi kebutuhan tersebut menjadi hal yang menarik untuk dipelajari.

Xenophon (440-355 SM) menyatakan bahwa secara etimologis (menurut asal kata), kata ekonomi berasal dari bahasa Yunani, oikonomia yang merupakan gabungan dari dua kata, yaitu dari kata oikos yang berarti rumah tangga, dan nomos yang berarti aturan, kaidah, atau pengelolaan.

Jadi, pengertian ekonomi secara sempit dan sederhana yaitu ekonomi berarti aturan-aturan, kaidah-kaidah, atau cara pengelolaan suatu rumah tangga.
Berikut beberapa pendapat para ahli mengenai definisi ilmu ekonoini.
  1. Paul A. Samuelson (2001), mendefinisikan ekonomi sebagai kajian masyarakat menggunakan sumber daya yang langka untuk memproduksi komoditi-komoditi berharga dan mendistribusikannya kepada masyarakat luas.
  2. Menurut M. Manulang, ilmu ekonomi adalah suatu ilmuyangmempelajari masyarakat dalam usahanya untuk mencapai kemakmuran (suatu keadaan ketika manusia dapat memenuhi kebutuhannya, baik barang-barang maupun jasa). (Elsi Kartika Sari, 2007)
  3. Alfred Marshall, seperti dikutip oleh Tri Kunawangsih Pracoyo (2006), mengungkapkan bahwa ilmu ekonomi adalah ilmu atau studi yang mempelajari kehidupan manusia sehari-hari.
Berdasarkan pendapat para ahli mengenai definisi ilmu ekonomi tersebut, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut.

Ilmu ekonomi sebagai ilmu yang mempelajari bagaimana individu atau masyarakat memilih cara penggunaan sumber daya yang langka untuk memenuhi kebutuhan sebagai usaha mencapai kemakmuran.

Ilmu ekonomi dapat diartikan juga sebagai ilmu yang mempelajari individu dan masyarakat dalam menentukan pilihan untuk menggunakan sumber daya-sumber daya yang langka (dengan dan tanpa uang) dalam upaya meningkatkan kualitas hidupnya (kemakmuran/kesejahteraan).

Ilmu ekonomi mulai dirintis oleh para Merkantilis atau Kamerahs (kaiun pedagang) dan kaum Fisiokratis di Prancis antara abad ke-16 dan ke-17. Merekalah orang-orang yang kali pertama memandang ekonomi sebagai hal yang bersifat otonom (mandiri). Sebelimmya tidak ada ilmu ekonomi, betapapun besarnya perhatian mereka terhadap perdagangan, mata pencarian, kekayaan, pembuatan uang logam dan pajak. Akan tetapi, pengakuan ilmu ekonomi sebagai cabang ihnu tersendiri baru diakui pada abad ke-18 setelah munculnya seorang pemikir ekonomi asal Skotlandia Adam Smith dalam dunia ilmu ekonomi.

Sejarah ilmu ekonomi yang lahir pada 1776 disebut sebagai ilmu ekonomi politik bukan ilmu ekonomi. Ilmu ekonomi politik adalah suatu ilmu kemasyarakatan modern yang membahas hubungan antara proses-proses politik dan ekonomi. Perubahan nama ekonomi politik menjadi nama ilmu ekonomi baru terjadi pada 1890, pada saat Alfred Marshall, seorang ahli ekonomi dari Universitas Cambridge, Inggris menerbitkan karyanya “The Principles of Economics”.

Dalam perkembangannya, aliran ekonomi yang dikemukakan oleh Adam Smith dikenal dengan nama ‘aliran (mazhab) ekonomi klasik’ atau aliran pertama dari ilmu ekonomi modern. Aliran ekonomi klasik menginginkan diberlakukannya hukum alamiah (natural law) yang menghendaki kebebasan dan pengembangan individualisme. Menurut Adam Smith, jika setiap orang diberi kebebasan untuk mengembangkan diri dalam mencapai keinginan dan motif pribadinya, masyarakat secara keseluruhan akan mencapai kesejahteraan atau kemakmuran. Semangat ini kemudian menjiwai sistem ekonomi liberal yang berkembang pesat ke seluruli dunia sejak akhir abad ke-18.

Masalah Ekonomi

Barang atau benda menjadi alat pemuas kebutuhan, untuk memperolehiiya diperlukan adanya pengolahan yang disebut dengan produksi. Dalam proses produksi dibutuhkan berbagai sumber daya ekonomi atau faktor-faktor produksi, yaitu sebagai berilait. 

1.    Sumber Daya Alam

Faktor sumber daya alam adalah sumber daya yang tersedia di alam semesta, baik secara langsung atau tidak langsimg dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Misalnya, tanah, air, sinar matahari, dan barang-barang tambang. Sumber daya alam sudah tersedia di alam, tetapi masih harus digali terlebih dahulu agar dapat dimanfaatkan oleh manusia.

Indonesia beruntung memiliki sumber daya alam yang melimpah, baik bahan tambang, hutan, pertanian, serta basil laut. Untuk itu, sumber daya alam yang ada harus dikelola dengan baik bagi peningkatan pertumbuhan ekonomi dan peningkatan lcesejahteraan ekonomi rakyak (welfare). Sejauh ini Indonesia telah memanfaatkan banyak bahan tambang bagi pertumbuhan ekonomi, seperti minyak bumi, batubara, gas, bijih besi, emas, nikel, dan timah. Namun, pemanfaatan sumber daya alam ini membawa dampak negatif terhadap lingkungan berupa penggundulan hutan dan penghancuran bukit-bukit yang tentunya berdampak negatif terhadap kondisi lingkungan.

Oleh karena itu, dalam mengolah sumber daya alam harus berdasarkan prinsip-prinsip berwawasan lingkungan dan berkelanjutan. Berwawasan lingkungan artinya mempertimbangkan kelestarian dan jangan sampai menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan hidup. Berkelanjutan, artinya pengolahan sumber daya alam jangan sampai punah, perlu dipikirkan kelanjutannya. 

2.   Sumber Daya Manusia

Peran manusia dalam kegiatan ekonomi tidak hanya sebagai sumber daya, tetapi juga sebagai pengguna hasil-hasil kegiatan ekonomi. Kelangkaan sumber daya manusia terdiri atas kelangkaan secara laiantitas, dalam bentuk jumlahnya secara fisik, dan kelangkaan secara kualitas, dalam bentuk kemampuan pikirnya. Untuk mengatasi masalah kelangkaan tersebut, manusia dituntut untuk meningkatkan kemampuan pikirnya, yaitu dengan meningkatkan pendidikan, pengetahuan, keahlian, dan penguasaan teknologi.

Suatu negara dapat berkembang pesat tidak cukup didukung dengan memiliki kekayaan alam yang melimpah. Alcan tetapi kemampuan sumber daya manusia dalam mengelolah kekayaan alam di suatu negara sangat ber-pengaruh. Dengan begitu perlu adanya peningkatan kemampuan sumber daya manusia melalui jalur pendidikan baik itu informal, formal, maupun nonformal, yang mana secara tidak langsung dapat mengisi pembangiman negara.

Pendidikan merupakan salah satu faktor dominan dalam mengupayakan pembangunan suatu negara secara optimal. Melalui pendidikan yangbermutu akan menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki pengetahuan yang tinggi serta mampu mengimplementasikannya secara optimal sehingga mampu memberikan sumbangan terhadap kemajuan negara.
 
Sumber daya manusia yang berpendidikan akan menjadi modal utama pembangunan nasional, terutama untuk perkembangan ekonoini. Semakin banyak orang yang berpendidikan, maka semakin mudah bagi suatu negara untuk membangun bangsanya. Hal ini dikarenakan telah dikuasainya keterampilan, ilmu pengetahuan dan teknologi oleh sumber daya manusianya sehingga pemerintah lebih mudah dalam menggerakkan pembangunan nasional.
Secara umum, sumber daya manusia atau tenaga kerja dapat dikelompok-kan menjadi tiga, yaitu sebagai berikut.
  • Tenaga kerja terdidik (skilled labour) atau tenaga alili atau tenaga mahir, yaitu tenaga kerja yang mendapatkan suatu keahlian atau kemahiran padasuatubidangkarenasekolah atau pendidikan formal dan nonformal. Contohnya, guru dan dokter.
  • Tenaga kerja terlatih (trained labour) atau tenaga kerja terampil, yaitu tenaga kerja yang memiliki keahlian dalam bidang tertentu yang didapat melalui pengalaman kerja. Contohnya, supir, pelayan toko, montir, atau pelukis.
  • Tenaga kerja tidak terdidik dan tidak terlatih (unskilled and untrained labour) atau tenaga kerja kasar, yaitu tenaga kerja kasar yang hanya mengandalkan tenaga saja. Contoh kuli, buruh angkut, buruli pabrik dan pembantu rumah tangga.
Readmore → Pengertian Ilmu Ekonomi, Masalah Ekonomi, Sumber Daya Alam, Sumber Daya Manusia

Bimbingan Konseling, Gaya Remaja Sehat, Kesehatan Bagi Remaja, Kesehatan dan Penyakit, Pelayanan dan Fasilitas Kesehatan

Bimbingan Konseling "Gaya Remaja Sehat"

http://www.gobejar.com/2016/04/bimbingan-konseling-gaya-remaja-sehat.html

Orang yang bersusah payah di masa tua adalah orang yang bersenang-senang di masa muda."

Kesehatan bagi Remaja

Kalau bicara soal Sam, temanku, berarti sama saja bicara soal basket.

Karena Sam identik dengan basket. Begitu sukanya Sam pada olahraga ini hingga segala sesuatu yang berhubungan dengan basket pasti Sam punya; mulai dari aksesoris yang berkaitan dengan basket seperti kaos, gantungan kunci, poster, casing handphone, hingga buku-buku tentang basket. Bahkan Sam tahu banyak tentang atlet-atlet basket, baik dari dalam maupun luar negeri. Prestasi Sam dalam olahraga ini juga bisa dikatakan gemilang. Setiap ada pertandingan basket di sekolah atau di klub, pasti Sam diikutsertakan. Tapi sayang, kini Sam harus berbaring di rumah sakit karena penyakit lever yang dideritanya. Dia harus istirahat total.

Ada apa dengan Sam? Bukankah ia rajin berolahraga? Mengapa ia bisa jatuh sakit? Bukankah olahraga sangat baik untuk kita sebagai remaja yang sedang tumbuh?

Masa remaja adalah masa peralihan, masa menuju kedewasaan. Masa ini sangat penting, karena bila dapat dilewati dengan baik maka kita dapat menjadi manusia dewasa yang bertanggungjawab. Menurut BKKBN (Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional) ciri-ciri orang dewasa yang sehat adalah rasional, mandiri, bertanggung jawab, mampu bersosialisasi dan bermasyarakat, serta mempunyai filter (penyaring) terhadap hal-hal yang buruk.

Ada beberapa hal yang dapat membantu kita melewati masa remaja dengan baik, antara lain sebagai berikut.
  1. Belajarlah berbagi rasa dengan keluarga, orangtua, atau orang yang dituakan di rumah. Walaupun terkadang kita menganggap mereka kuno atau keras namun ingatlah bahwa bagaimanapun sifat mereka, mereka adalah orang yang paling memahami kita dan mereka lebih berpengalaman daripada kita karena mereka telah melalui masa remaja.
  2. Carilah sahabat sejati. Sahabat sejati tidak akan menjerumuskan kita ke hal-hal yang negatif. Kalau ia justru menjerumuskan kita ke hal-hal yang negatif, berarti ia bukan sahabat sejati. Kita telah salah memilihnya.
  3. Tingkatkanlah rasa percaya diri dan katakanlah TIDAK pada hal-hal yang buruk.
  4. Bergaullah dalam kelompok atau bentuklah kelompok dengan aktivitas positif. Misalnya bergabung dengan organisasi Karang Taruna di lingkungan rumah atau kegiatan ekstrakurikuler di sekolah.Jauhilah kelompok dengan tujuan negatif.
  5. Jauhilah kelompok dengan tujuan negatif. Nilai-nilai dan aturan yang ada dalam suatu kelompok akan mempengaruhi nilai-nilai, perilaku, dan kebiasaan anggotanya. Contoh, kelompok yang kebanyakan anggotanya merokok akan mempengaruhi orang yang bergabung di dalamnya untuk ikut merokok. Oleh karena itu, menjauh dari kelompok yang negatif berarti turut menjaga diri kita dari perilaku yang negatif.
  6. Jagalah kesehatan fisik dan jiwa sedini mungkin dan berkelanjutan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut, a. Melakukan olahraga secara teratur. Misalnya, lari pagi atau berenang minimal 30 menit setiap pekannya. b. Memperhatikan pola makan yang sehat, mengonsumsi makanan yang higienis (bersih) dan cukup gizi. c. Perilaku hidup yang teratur. Misalnya makan tiga kali sehari, mandi dua kali sehari, olahraga dua kali seminggu, dan istirahat delapan jam sehari. d. Mendekatkan diri pada Sang Pencipta. Ibadah dan komunikasi kita dengan Tuhan dapat menyehatkan jiwa kita, sehingga hati menjadi tenang dan otak dapat berpikir secara sehat dan bijak.
Nah, pada kasus Sam, kita dapat melihat akar permasalahannya. Sam memang suka berolahraga, tapi ia melakukannya secara tidak teratur dan berlebihan. Hari-harinya dihabiskan di lapangan basket. Hal ini tidak diimbangi dengan pola makan yang benar dan teratur sehingga tubuhnya kelelahan. Jadi, sekalipun olahraga baik untuk tubuh namun kita harus melakukannya dengan benar dan teratur, bukan terus menerus tanpa henti dan tidak memperhitungkan kebutuhan tubuh untuk istirahat.

Kesehatan merupakan salah satu hal yang penting bagi kita. Kita tidak dapat melakukan berbagai aktivitas dengan baik apabila kondisi kesehatan kita tidak baik. Bagaimana kita bisa melewati masa remaja dengan baik apabila tubuh kita tidak sehat?



Banyak faktor yang berhubungan dengan kesehatan buruk dan kematian pada masa dewasa yang dimulai pada masa remaja. Beberapa perilaku remaja yang memerlukan perhatian khusus karena memiliki potensi buruk di masa dewasa antara lain diet yang tidak tepat, merokok, penggunaan obat-obatan terlarang, serta konsumsi makanan dan minuman yang tidak sehat.

Saat ini, tingkat kematian di kalangan remaja cukup tinggi khususnya pada remaja pria. Pada umumnya, penyebab kematian pada remaja adalah gizi buruk, penggunaan narkoba, kecelakaan akibat tidak tertib dalam berlalulintas, bunuh diri, dan pembunuhan (tawuran).

Beberapa usaha yang dapat diberikan dalam rangka menuju kehidupan remaja yang lebih sehat adalah layanan pencegahan, konsultasi fisik dan psikologis, peningkatan kesehatan, dan pemenuhan.

Kesehatan dan Penyakit


Pada masa remaja, tubuh kita akan mencapai tingkat kesehatan, kekuatan, dan energi yang paling maksimal dan tidak akan kita peroleh lagi setelah kita dewasa. Namun, bukan berarti bahwa pada masa remaja kita akan kebal dari penyakit atau gangguan kesehatan lainnya. Pandangan yang keliru terhadap kesehatan di masa remaja biasanya menyebabkan banyak remaja memiliki kebiasaan yang buruk bagi kesehatannya.

Hal yang perlu kita ingat adalah bahwa mencegah penyakit adalah lebih mudah dan murah daripada mengobatinya. Salah satu cara untuk mencegah masuknya penyakit adalah dengan pola hidup sehat. Pola hidup sehat adalah segala upaya untuk menerapkan kebiasaan hidup yang sehat dan menghindarkan diri dari kebiasaan buruk yang dapat mengganggu kesehatan.

Dengan mengikuti pola hidup sehat, penyakit degeneratif (penyakit tidak menular) seperti jantung, tekanan darah tinggi, kanker, dan stres dapat dihindari.



Beberapa pola hidup sehat yang perlu kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari adalah sebagai berikut.
  1. Mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung gizi yang cukup, seperti makanan empat sehat dan minum susu.
  2. Melakukan aktivitas fisik secara teratur. Misalnya lari pagi selama 30 menit setiap pekan.
  3. Mencegah stres. Misalnya dengan senantiasa berpikir positif dan tenang dalam menghadapi berbagai masalah.
  4. Menghindari NAPZA (Narkotika, Psikotropika dan Zat Aditif lainnya).
  5. Tidak merokok dan menghindari asap rokok.
  6. Tidak melakukan hubungan seksual di luar nikah.
Menurut John W. Santrock, ada dua faktor yang berhubungan dengan kesehatan pada masa remaja, yaitu faktor kognitif/pemahaman dan faktor lingkungan sosial-budaya. Jika seseorang memiliki pemahaman yang baik mengenai kesehatan dan memiliki lingkungan sosial-budaya yang mendukung terciptanya perilaku sehat, maka ia akan cenderung memiliki kesehatan yang baik. Lebih jelasnya, penjelasan kedua faktor tersebut adalah sebagai berikut.

Faktor kognitif.
Beberapa pemahaman yang dapat mempengaruhi perilaku sehat remaja adalah sebagai berikut. 

  • Konsep mengenai perilaku sehat. Pada saat memasuki masa akhir remaja (awal dewasa), biasanya seseorang baru menyadari bahwa perilakunya adalah hal yang penting bagi kesehatannya sendiri. Contoh, menjaga diri untuk tidak melakukan seks bebas berarti menjauhkan diri dari kemungkinan terkena penyakit seksual menular seperti HIV / AIDS dan sifilis. Pada umumnya, remaja belum menyadari adanya penyebab penyakit yang beragam dan terkadang menganggap suatu penyakit adalah penyakit orang tua (usia lanjut). Kesadaran untuk selalu menjaga kebersihan misalnya dengan menyikat gigi sebelum tidur atau mandi minimal dua kali setiap harinya merupakan salah satu contoh perilaku sehat yang perlu ditumbuhkan dan dijadikan kebiasaan oleh remaja.
  • Kepedulian terhadap kesehatan. Remaja sering acuh tak acuh menghadapi kenyataan dirinya rentan terhadap bahaya. Contoh, remaja dengan mudah merokok hanya karena ingin dianggap "gaul" atau ingin dianggap menjadi bagian suatu kelompok tanpa berpikir panjang tentang bahaya akibat merokok. Sekalipun kita menyadari perilaku yang berpotensi membahayakan kesehatan seperti penggunaan obat terlarang dan seks bebas namun kita menyepelekan akibat negatif perilaku tersebut. Kita sering lupa bahwa obat-obatan terlarang dapat melemahkan fisik dan kerja otak kita, menurunkan aktivitas dan prestasi kita, bahkan menimbulkan kematian. Kita sering berpikir bahwa usia seseorang sudah ditentukan oleh Tuhan, tetapi kita sering lupa bahwa kesehatan kita dipengaruhi oleh pola hidup kita seperti makan, istirahat, atau olahraga.
  • Pengetahuan mengenai kesehatan. Remaja pada umumnya tidak memiliki informasi yang cukup mengenai berbagai hal tentang kesehatan dan cenderung memiliki pandangan yang salah mengenai kesehatan. Misalnya, remaja tidak mengetahui secara detil tentang bahaya pengunaan obat-obatan terlarang bagi kesehatan fisik dan mental sehingga mereka cenderung tidak takut untuk menggunakannya.
  • Pengambilan keputusan. Pada umumnya remaja sudah dapat mengambil keputusan yang lebih baik daripada dibandingkan ketika masih anak-anak. Perkembangan tahap berpikir remaja yang teratur dan kemampuan berpikir sebab akibat dapat digunakan untuk membuat sebuah keputusan yang lebih bijak dan tepat dalam menghadapi sebuah permasalahan. Contoh, remaja yang sudah mampu berpikir sebab akibat, memutuskan untuk tidak merokok karena tahu bahwa merokok dapat menyebabkan penyakit pernafasan dan kecanduan. Meskipun demikian, karena kurangnya pengalaman, keputusan yang diambil remaja terkadang lebih buruk daripada orang dewasa, padahal keputusan yang diambil orang dewasa pun masih jauh dari sempurna.

  • Faktor sosial-budaya
Faktor sosial-budaya ikut mempengaruhi kesehatan melalui peran dalam menentukan norma-norma budaya yang berlaku mengenai kesehatan, hubungan sosial yang memberikan dukungan emosional, dan dukungan bagi perilaku sehat. Adapun beberapa faktor sosial-budaya tersebut sebagai berikut.

Keluarga

Keluarga adalah tempat yang pertama dan utama dalam memberikan pendidikan dan dukungan bagi kesehatan remaja. Kebiasaan hidup sehat pada remaja dapat terbentuk apabila keluarga mendukung terciptanya perilaku dan kebiasaan untuk hidup sehat. Orangtua dan saudara yang lebih tua adalah kunci penting bagi terbentuknya pola hidup sehat anak dan remaja. Contoh, keluarga yang tidak merokok secara tidak langsung telah mendidik dan memberikan contoh kepada anak untuk hidup sehat dengan tidak merokok.

Teman Sebaya

Teman sebaya juga memainkan peranan penting dalam membentuk perilaku sehat pada remaja. Remaja yang berperilaku tidak sehat biasanya memiliki teman-teman dengan perilaku yang juga tidak sehat, begitu juga sebaliknya. Remaja yang kurang mampu menahan diri dari tantangan akhirnya seringkali melakukan perilaku negatif karena desakan teman-temannya. Contoh, kebanyakan remaja merokok dan menggunakan obat-obatan terlarang karena tidak berani menolak tawaran teman atau karena merasa tidak nyaman jika berbeda dengan teman sebayanya.

Pelayanan dan Fasilitas Kesehatan
Pada dasarnya remaja lebih banyak mengalami gangguan kesehatan yang serius daripada dewasa akibat pola hidup yang kurang sehat. Contoh gangguan kesehatan tersebut berupa penyakit maag karena pola makan yang tidak teratur atau diet dan penyakit darah rendah karena kurang berolahraga dan kurang mengonsumsi sayuran. Namun pada umumnya, remaja jarang menggunakan layanan medis/kesehatan yang tersedia seperti dokter atau konselor.

Masih sedikitnya jumlah remaja yang menggunakan layanan medis tersebut bisa jadi karena kurangnya jumlah lembaga pelayanan kesehatan yang mampu memenuhi kebutuhan kesehatan terutama bagi remaja pada masa awal, remaja di daerah pedesaan, dan remaja yang hidup dalam kemiskinan. Berbagai faktor seperti ketiadaan biaya, buruknya pelayanan, dan keterbatasan layanan kesehatan dianggap sebagai hambatan. Hanya sedikit lembaga kesehatan yang telah menerima pelatihan khusus untuk menghadapi para remaja.

Remaja dan Stres
Setiap manusia dalam rentang usia berapapun bisa mengalami stres, begitu pula dengan remaja. Misalnya, remaja yang sering dijauhi oleh teman sebayanya cenderung mengalami stres. Masa remaja adalah masa yang penuh gejolak. Gejolak ini timbul baik dari dalam diri remaja itu sendiri maupun dari luar dirinya. Gejolak inilah yang dapat menyebabkan remaja merasa tertekan dan stres.


Walaupun tidak ada yang benar-benar tahu apakah remaja generasi sekarang mengalami lebih banyak stres daripada remaja dari generasi sebelumnya, namun menurut John W. Santrock, penyebab munculnya stres pada saat ini lebih tinggi daripada beberapa waktu sebelumnya. Faktor seperti cepatnya perubahan mode pakaian, pola pikir yang lebih menekankan pada materi/uang, serta kurangnya pemahaman terhadap agama dalam kehidupan merupakan penyebab meningkatnya stres dewasa ini.

Lalu,  apakah stres itu?

Menurut John W. Santrock dalam bukunya Perkembangan Remaja, stres adalah respon individu terhadap keadaan atau kejadian yang memicu stres (stressor), yang mengancam dan mengganggu kemampuan seseorang untuk menanganinya (icoping). Contoh, berkeringat dan sakit perut ketika akan menghadapi ujian atau gemetar dan gugup ketika akan berbicara di depan kelas. Santrock juga mengungkapkan beberapa faktor yang dapat menyebabkan stres dalam kehidupan remaja. Faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut.
Faktor konflik

Stres muncul karena suatu konflik yang disebabkan oleh rangsangan. Konflik ini menjadi semakin berat dan berkepanjangan sehingga remaja tidak lagi bisa menghadapinya. Misalnya, stres yang muncul karena kesedihan akibat putus cinta sehingga mengganggu prestasi belajar (nilai menjadi buruk). Ada tiga tipe konflik yang berkaitan dengan tingkatan stres, yaitu sebagai berikut.
  • Mendekat-mendekat (approach-approach). Konflik ini terjadi ketika individu harus memilih antara dua rangsangan (stimulus) atau keadaan yang sama-sama menarik. Konflik ini merupakan konflik yang tingkat stresnya paling rendah, karena kedua rangsangan sama-sama memberikan hasil yang positif. Misalnya, karena mendapat nilai rapor bagus, orangtua memberikan pilihan hadiah kepada kita: apakah ingin dibelikan baju dan sepatu baru atau pergi jalan-jalan ke luar kota.
  • Menghindar-menghindar (avoidance-avoidance). Konflik ini terjadi ketika individu harus memilih antara dua rangsangan yang sama-sama tidak menarik. Contohnya, mengikuti ajakan teman untuk membolos atau dianggap tidak setia kawan jika tidak mengikutinya.
  • Remaja sebenarnya ingin menghindari keduanya, namun mereka harus memilih salah satunya. Konflik-konflik seperti ini lebih berpeluang menyebabkan stres daripada keleluasaan untuk memilih dua situasi yang menyenangkan seperti pada konflik mendekat-mendekat. Pada banyak kasus, remaja memilih untuk menunda mengambil keputusan dalam konflik menghindar-menghindar hingga saat-saat akhir.
  • Mendekat-menghindar (approach-avoidance). Konflik ini terjadi apabila hanya ada satu rangsangan atau keadaan yang memiliki karakteristik positif dan juga negatif. Contoh, memilih menonton film atau belajar untuk menghadapi ujian. Menurut Miller dalam buku Psikologi Perkembangan, dunia remaja penuh dengan konflik jenis ini. Konflik ini benar-benar dapat menyebabkan stres. Dalam situasi seperti ini, remaja sering merasa bimbang dalam mengambil keputusan. Ketika waktu untuk mengambil keputusan semakin mendesak, kecenderungan untuk menghindar biasanya semakin dominan. Misalnya, karena bimbang dan malam semakin larut, remaja akhirnya tidak belajar dan memilih tidur karena mengantuk.
Faktor Kepribadian.

Kepribadian remaja sangat berhubungan dengan tingkat stres dan kesehatan remaja. Para peneliti memusatkan perhatian pada apa yang disebut dengan pola tingkah laku atau kepribadian tipe

A. Orang dengan kepribadian tipe A, memiliki ciri-ciri antara lain rasa kompetitif (bersaing) yang berlebihan, ambisius (berkemauan keras), berjuang untuk mencapai sesuatu yang tidak terbatas dalam waktu yang sempit, tidak sabar, selalu terburu-buru dalam mengerjakan sesuatu, agresif (bersikap kasar), waspada yang berlebihan, gaya bicara yang keras dan cepat, mudah marah, tegang, berjalan cepat, tidak bisa menerima kegagalan, dan sering memunculkan sikap bermusuhan.

Orang dengan kepribadian tipe A mempunyai risiko lebih besar terserang berbagai macam penyakit, gejala gangguan jantung, ketegangan otot, dan gangguan tidur.

Weidner dkk, dalam buku Perkembangan Remaja menemukan bahwa anak-anak dan remaja dengan kepribadian tipe A biasanya memiliki orangtua yang juga memiliki kepribadian tipe A. Hubungan ini paling kuat ditemukan pada ayah dan anak laki-lakinya.

Faktor kognitif.

Tingkat stres juga ditentukan oleh faktor kognitif, yaitu bagaimana cara kita menilai dan memandang suatu kejadian. Penilaian dan pandangan tersebut menggambarkan interpretasi atau pemahaman individu terhadap kejadian-kejadian dalam hidupnya. Misalnya, apakah suatu kejadian dipandang sebagai sesuatu yang berbahaya, mengancam, atau menantang. Faktor kognitif juga meliputi keyakinan seseorang terhadap kemampuan dirinya. Misalnya, seseorang memandang dirinya memiliki kemampuan (sikap dan emosi) yang baik untuk menghadapi suatu kejadian.

Faktor Sosial-Budaya.

Stres dapat muncul akibat pengaruh negatif dari perubahan lingkungan atau budaya. Contoh, orang yang pindah rumah atau pindah sekolah biasanya mengalami perbedaan budaya (cultural lag) yang mengakibatkan kebingungan dalam berperilaku.

Perubahan lingkungan atau budaya terjadi karena adanya interaksi antara dua kelompok budaya yang berbeda secara terus menerus. Misalnya, pengucilan (isolasi) yang dialami anggota kelompok etnis minoritas dapat menimbulkan stres pada mereka.

Kemiskinan juga dapat menyebabkan stres yang berat bagi remaja dan keluarganya. Kondisi kehidupan yang kronis seperti pemukiman yang tidak memadai, lingkungan yang rawan tindakan kriminalitas, tanggung jawab yang berat dalam mencari nafkah, dan ketidakpastian keadaan ekonomi merupakan pemicu stres yang kuat bagi warga miskin.

Faktor Ketahanan.

Faktor ketahanan mempengaruhi seseorang terkena stres atau tidak. Stres dapat muncul di tengah kondisi kemalangan dan ketidakberuntungan, sementara pada saat yang sama orang tidak memiliki ketahanan yang kuat. Ada tiga karakteristik yang dapat meningkatkan ketahanan seseorang di tengah kemalangan dan ketidakberuntungan, yaitu sebagai berikut.
  1. Keterampilan berpikir positif terhadap orang lain. Orang yang terbiasa berpikir positif cenderung memiliki ketahanan yang lebih kuat daripada orang yang selalu berpikir negatif.
  2. Adanya kehangatan, keterikatan, dan perhatian dalam keluarga. Orang yang memiliki keluarga yang memberikan perhatian dan kasih sayang cenderung memiliki ketahanan dalam menghadapi kesulitan. Perhatian dan kasih sayang yang diberikan akan memotivasi dan meningkatkan rasa percaya diri seseorang untuk bisa melalui kesulitan dengan sukses.
  3. Adanya dukungan dari luar (eksternal). Dukungan dari luar bisa kita dapatkan dari teman sebaya, guru, organisasi remaja, atau dari masyarakat di lingkungan sekitar kita. Misalnya, lingkungan masyarakat yang jauh dari kekerasan secara tidak langsung akan membentuk cara berpikir kita untuk tidak menyelesaikan masalah dengan cara kekerasan.
Bagaimana cara menghadapi stres? John W. Santrock mengemukakan kiat-kiat dalam menghadapi stres. Beberapa strategi penanganan stres menurut Santrock adalah sebagai berikut.

Fokus pada penyelesaian masalah dan bukan emosi.
  1. Pada kebanyakan kasus, strategi coping (penanganan stres) yang berfokus pada penyelesaian masalah lebih baik daripada strategi coping yang berfokus pada emosi dan penggunaan mekanisme pertahanan, terutama untuk menangani stres dalam jangka panjang. Contoh, kita adalah orang yang tidak merokok. Suatu saat kita diajak teman untuk merokok. Kebimbangan akibat ajakan teman tersebut dapat memicu stres pada diri kita. Kita tidak ingin merokok karena merokok dapat mengganggu kesehatan, akan tetapi kita khawatir penolakan ajakan teman untuk merokok akan mengganggu hubungan baik dengannya. Jika kita memilih untuk menolak merokok karena alasan kesehatan berarti kita telah fokus pada penyelesaian masalah. Sebaliknya jika kita ikut merokok karena alasan tidak ingin mengecewakan teman, maka saat itu kita tidak sedang menyelesaikan masalah, sebaliknya justru menambah baru. Remaja seringkali harus berhadapan dengan lebih dari satu pemicu stres (stressor) pada waktu yang bersamaan. Menghilangkan salah satu stressor akan sangat menguntungkan bagi remaja. Misalnya, tidak pacaran untuk menghindari kemungkinan permusuhan akibat putus cinta, atau tidak menyontek untuk menghindari masalah yang lebih besar jika ketahuan menyontek.
  2. Berpikir positif. Remaja seharusnya berpikir positif dan menghindari pemikiran negatif. Khayalan mengenai diri sendiri yang positif dapat memperbaiki kehidupan remaja, namun perlu dijaga agar khayalan tersebut tidak menjadi berlebihan atau tidak realistis. Strategi downward looking (melihat ke bawah) dapat juga membantu remaja menghadapi stres dengan efektif. Misalnya dengan berpikir bahwa setiap orang pasti memiliki kekurangan karena itu wajar apabila kita sesekali melakukan kesalahan.
  3. Menguatkan dukungan dari luar diri. Keterikatan yang erat dan positif dengan orang lain, terutama dengan keluarga dan teman, secara konsisten dapat dijadikan sebagai pertahanan terhadap stres yang baik dalam kehidupan remaja.
  4. Menggunakan berbagai strategi penanganan stres. Remaja dapat menggunakan lebih dari satu strategi penanganan stres apabila stres tidak dapat ditangani oleh satu strategi tertentu.
Readmore → Bimbingan Konseling, Gaya Remaja Sehat, Kesehatan Bagi Remaja, Kesehatan dan Penyakit, Pelayanan dan Fasilitas Kesehatan

Monday, October 10, 2016

Sumber Daya, Material, Teknik dan Ide Kerajinan dengan Inspirasi Budaya Nonbenda, Pencarian Ide Produk, Membuat Gambar/Sketsa, Perencanaan Produksi,

Sumber Daya, Material, Teknik dan Ide Kerajinan dengan Inspirasi Budaya Nonbenda


Kegiatan wirausaha didukung oleh ketersediaan sumber daya manusia, material, peralatan, cara kerja, pasar, dan pendanaan, Sumber daya yang dikelola dalam sebuah wirausaha dikena! dengan sebutan 6 M, yakni Man (manusia), Money (uang), Material (bahan), Machine (peralatan), Method (cara kerja), dan Market (pasar). Wirausaha kerajinan dengan inspirasi budaya non benda dapat dimulai dengan melihat potensi bahan baku (Material), keterampilan produksi (Man & Machine) dan budaya lokal yang ada di daerah setempat. Wirausaha kerajinan dengan inspirasi budaya akan menawarkan karya-karya kerajinan inovatif kepada pasaran. Pasar sasaran (Market) dari produk kerajinan ini adalah orang-orang yang menghargai dan mencintai kebudayaan tradisional. Kemampuan mengatur keuangan (Money) dalam kegiatan usaha akan menjamin keberlangsungan dan pengembangan usaha.

Wirausaha

Ragam budaya tradisional nonbenda yang terdapat di daerah akan menjadi inspirasi untuk perancangan kerajinan yang akan dibuat. Perancangan kerajinan juga harus mempertimbangkan ketersediaan material/ bahan baku dan keterampilan produksi yang terdapat di daerah sekitar. Untuk itu, dapat dilakukan pencarian informasi tentang ragam jenis material khas daerah yang dapat digunakan untuk kerajinan serta perajin yang membuat kerajinan di daerah setempat.



Ragam Materi Alam



Praktek Untuk Anda
Identifikasi Ragam Material dan Teknik Produksi di Lingkungan Sekitar
  • Amati lingkunganmu. Perhatikan ragam material atau bahan baku yang tersedia di lingkungan sekitarmu.
  • Carilah informasi dari buku, internet, maupun dari perajin yang ada di daerahmu tentang ragam material dan teknik produksi yang dapat digunakan untuk setiap material tersebut.
  • Diskusikan dalam kelompok tentang ragam material dan teknik produksi yang dapat digunakan untuk pembuatan kerajinan dengan inspirasi budaya. Tuliskan sebanyak-banyak tentang ragam bahan baku/material dan teknik produksi yang ada di lingkungan sekitarmu.
  • Presentasikan dalam bentuk tabel LK 3 atau bentuk presentasi lain yang lebih menarikdan kreatif.

Perancangan dan Produksi Kerajinan dengars Inspirasi Budaya Nonbenda

Perancangan dan produksi didasari oleh data yang telah diperoleh melalui Tugas 2 tentang Ragam Budaya Nonbenda dan Tugas 3 tentang Identifikasi Ragam Material dan Teknik produksi di lingkungan sekitar. Budaya tradisional daerah dan material serta teknik khas daerah merupakan potensi yang harus dikembangkan sehingga lestari dan menjadi manfaat bagi daerah. Setiap daerah di Indonesia memiliki budaya tradisional yang berbeda-beda. Pengembangandarisetiap budaya tradisional tersebutakan menjadi kekayaain bersama yang luar biasa, yang akan memberikan warna bagi kemajuan bangsa Indonesia di masa depan. Salah satu kekayaan pengembangan budaya tradi'si adalah melalui pengembangan kerajinan.



Potensi budaya nonbenda dan potensi material serta teknik produksi khas daerah sebagai dasar pengembangan kerajinan.
Potensi budaya nonbenda dan potensi material serta teknik produksi khas daerah sebagai dasar pengembangan kerajinan.
Proses perancangan kerajinan diawali dengan pemilihan sumber inspirasi dan pencarian ide produk kerajinan, pembuatan sketsa ide, pembuatan studi model kerajinan, dilanjutkan dengan pembuatan petunjuk produksi. Ide kerajinan dengan inspirasi budaya lokal akan dikembangkan menjadi produk kerajinan yang akan diproduksi dan siap dijual. Dengan demikian produk yang dihasilkan harus memiliki nilai estetik dan inovasi agar diminati pasar.

Perancangan kerajinan dengan inspirasi budaya nonbenda akan menerjemahkan sesuatu yang abstrak (tak berbenda) menjadi benda (berwujud). Misalnya, inspirasi diambil dari sebuah cerita rakyat (tak berbenda) menjadi sebuah diorama mini yang menggambarkan salah satu adegan dalam cerita rakyat tersebut. Contoh lain adalah mengambil inspirasi dari kepercayaan simbolis (tak berbenda), burung enggang untuk dibuat menjadi ide untuk tekstil atau busana (benda). Tahapan penerjemahan meliputi: pemahaman terhadap makna simbol; mencari kata kunci yang dapat menjadi dasar dari pengembangan ide produk; mencari ide-ide fungsi dan bentuk kerajinan.
 
Contoh tahapan penerjemahan budaya nonbenda menjadi ide benda kerajinan.
Contoh tahapan penerjemahan budaya nonbenda menjadi ide benda kerajinan.

Kita telah mengenali berbagai kekayaan budaya non benda di daerah setempat, tokoh-tokoh cerita rakyat, filosofi dari pantun, simbol-simbol, cerita rakyat dan tarian tradisional. Pengetahuan dan apresiasi kita terhadap hal-hal tersebut dapat mendorong munculnya ide untuk pembuatan produk kerajinan. Ide bisa muncul secara tidak berurutan, dan tidak lengkap, tetapi dapat juga muncul secara utuh. Salah satu dari kita bisa saja memiliki ide tentang suatu bentuk unik yang akan dibuat. Ide bentuk tersebut akan menuntut kita untuk memikirkan teknik apa yang tepat digunakan dan produk apa yang tepat untuk bentuk tersebut. Salah satu dari kita juga bisa saja mendapatkan ide atau bayangan tentang sebuah produk yang ingin dibuatnya, material, proses dan alat yang akan digunakan secara utuh. Untuk memudahkan pencarian ide atau gagasan untuk rancangan kerajinan dengan inspirasi budaya non benda, mulailah dengan memikirkan hal-hal di bawah ini.
Budaya nonbenda apa yang akan menjadi inspirasi?
  • Produk kerajinan apa yang akan dibuat?
  • Mengapa produk kerajinan tersebut dibuat?
  • Siapa yang akan menggunakan produk kerajinan tersebut?
  • Bahan/material apa yang apa saja yang akan dipakai?
  • Warna dan/atau motif apa yang akan digunakan?
  • Adakah teknik warna tertentu yang akan digunakan?
  • Bagaimana proses pembuatan produk tersebut?
  • Alat apa yang dibutuhkan?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat diungkapkan dan didiskusikan dalam kelompok dalam bentuk curah pendapat (brainstorming). Pada proses brainstorming ini, setiap anggota kelompok harus membebaskan diri untuk menghasilkan ide-ide yang beragam dan sebanyak-banyaknya. Beri kesempatan juga untuk munculnya ide-ide yang tidak masuk akal sekalipun. Tuangkan ide-ide tersebut ke dalam bentuk tulisan atau sketsa. Kunci sukses dari tahap brainstorming dalam kelompok adalah jangan ada perasaan takut salah, setiap orang berhak mengeluarkan pendapat, saling menghargai pendapat teman, boleh memberikan ide yang merupakan perkembangan dari ide sebelumnya, dan jangan lupa mencatat setiap ide yang muncul. Curah pendapat dilakukan dengan semangat untuk menemukan ide baru dan inovasi. Semangat dan keberanian kita untuk mencoba membuat inovasi baru akan menjadi bekal kita berkarya di masa depan.
Contoh Sketsa Ide dari Burung Enggang Menjadi Selendang Pelindung

Membuat Gambar/Sketsa
Ide-ide produk, rencana atau rancangan dari produk kerajinan digambarkan atau dibuatkan sketsanya agar ide yang abstrak menjadi berwujud. Ide-ide rancangan dapat digambarkan pada sebuah buku atau lembaran kertas, dengan menggunakan pinsil, spidol atau bolpoin dan sebaiknya hidari penggunaan penghapus.Tariklah garistipis-tipis dahulu. Jika ada garis yang dirasa kurang tepat, abaikan saja, buatlah garis lain pada bidang kertas yang sama. Demikian seterusnya sehingga Anda berani menarik garis dengan tegas dan tebal. Gambarkan idemu sebanyak-banyaknya, dapat berupa variasi produk, satu produk yang memiliki fungsi sama, tetapi dengan bentuk yang berbeda, produk dengan bentuk yang sama dengan warna dan motif yang berbeda.

Membuat Sketsa

Pilih IdeTerbaik 

Setelah anda menghasilkan banyak ide dan menggambarkannya dengan sketsa, mulai pertimbangkan ide mana yang paling baik, menyenangkan dan memungkinkan untukdibuat.

Prototyping atau Membuat Studi Model

Sketsa ide yang dibuat pada tahap-tahap sebelumnya adaiah format dua dimensi. Artinya hanya digambarkan pada bidang datar. Kerajinan yang akan dibuat berbentuktiga dimensi. Maka, studi bentukselanjutnya dilakukan dalam format tiga dimensi, yaitu dengan studi model. Studi model dapat dilakukan dengan material sebenarnya maupun bukan material sebenarnya.



Perencanaan Produksi

Tahap selanjutnya adalah membuat perencanaan untuk proses produksi atau proses pembuatan kerajinan tersebut. Prosedur dan langkah-langkah kerja dituliskan secara jelas dan detail agar pelaksanaan produksi dapat dilakukan dengan mudah dan terencana.

Tugas Praktek 

Pengembangan Desain dan Persiapan Produksi Kerajinan dengan Inspirasi

Budaya Nonbenda
  • Carilah ide produk kerajinan dengan inspirasi budaya nonbenda yang akan dibuat Pencarian ide dapat dilakukan dengan curah pendapat (brainstorming) dalam kelompok.
  • Buat beberapa sketsa ide bentuk dari produk tersebut. Pertimbangkan faktor estetika dan kenyamanan penggunaan dari produk tersebut.
  • Pilih salah satu ide bentuk yang paling baik.
  • Pikirkan dan tentukan teknik-teknik yang akan digunakan untuk membuatnya serta bahan dan alat yang dibutuhkan.
  • Buatlah produk tersebut. Proses pembuatan model ini dilakukan untuk mengetahui bahan, teknik dan alat yang tepat untuk digunakan pada proses produksi yang sesungguhnya.
  • Buat petunjuk pembuatan produk tersebut dalam bentuk tulisan maupun gam bar.
  • Susunlah semua sketsa, gambar, studi model, daftar bahan dan alat serta petunjuk pembuatan yang dibutuhkan ke dalam sebuah laporan portofolio yang baik dan rapi.
Readmore → Sumber Daya, Material, Teknik dan Ide Kerajinan dengan Inspirasi Budaya Nonbenda, Pencarian Ide Produk, Membuat Gambar/Sketsa, Perencanaan Produksi,

Wirausaha Kerajinan dengan Inspirasi Budaya Nonbenda, Sifat-sifat seorang wirausahawan, Percaya Diri, Berorientasikan Tugas dan Hasil, Berani Mengambil Risiko

Wirausaha Kerajinan dengan Inspirasi Budaya Nonbenda

Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari artikel ini, diharapkan anda akan mampu:
  • Menghayati bahwa akal pikiran dan kemampuan manusia dalam berpikir kreatif untuk membuat kerajinan, ragam budaya non benda serta keberhasilan wirausaha adalah anugerah Tuhan.
  • Menghayati perilaku jujur, percaya diri, dan mandiri serta sikap bekerja sama, gotong royong, bertoleransi, disiplin, bertanggung jawab, kreatif, dan inovatif dalam membuat kerajinan dengan inspirasi budaya non benda guna membangun semangat usaha.
  • Mendesain dan membuat kerajinan dengan insprisai budaya nonbenda berdasarkan identifikasi kebutuhan sumber daya, teknologi, dan prosedur berkarya.
  • Mempresentasikan dan memasarkan kerajinan dengan inspirasi budaya non benda dengan perilaku jujur dan percaya diri
  • Melakukan evaluasi pembelajaran wirausaha kerajinan dengan inspirasi budaya nonbenda.

Karaktersstik Kewirausahaan

Wirausaha, menurut asal katanya, terdiri atas kata wira dan usaha. Wira, berarti pejuang, pahlawan, manusia unggul, teladan, berbudi luhur, gagah berani dan berwatak agung. Usaha, berarti perbuatan amal, bekerja, berbuat sesuatu. Pengertian wirausaha, menurut Komus Besar Bahasa Indonesia, adalah orang yang pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun kegiatan untuk mengadakan produk baru, mengatur permodalan operasinya serta memasarkannya.

Pelaku wirausaha, dikenal juga dengan sebutan wirausahawan atau entrepreneur, adalah seseorang yang memiliki kualitas jiwa kepemimpinan dan inovator pemikiran dalam melakukan usaha. Entrepreneur dapat diartikan juga sebagai seseorang yang mampu mewujudkan ide ke dalam sebuah inovasi yang sukses.


Kewirausahaan, atau entrepreneurship, memiliki pengertian yang lebih luas lagi. Kewirausahaan, seperti tercantum dalam lampiran Keputusan Menteri Koperasi dan Pembinaan Pengusahan Kecil Nomor 961/KEP/M/XI/1995, adalah semangat, sikap, perilaku dan kemampuan seseorang dalam menangani usaha atau kegiatan yang mengarah pada upaya mencari, menciptakan serta menerapkan cara kerja, teknologi, dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik dan atau memperoleh keuntungan yang lebih besar. Entrepreneurship adalah sikap dan perilaku yang melibatkan keberanian mengambil risiko, kemampuan berpikir kreatif dan inovatif.

Sifat-sifat seorang wirausahawan seperti berikut.

1. Percaya Diri
Kepercayaan diri merupakan paduan sikap dan keyakinan seseorang dalam menghadapi tugas atau pekerjaan, yang bersifat internal, sangat relatif dan dinamis dan banyak ditentukan oleh kemampuannya untuk memulai, melaksanakan dan menyelesaikan suatu pekerjaan. Kepercayaan diri akan memengaruhi gagasan, karsa, inisiatif, kreativitas, keberanian, ketekunan, semangat kerja, kegairahan berkarya. Kunci keberhasilan dalam bisnis adalah untuk memahami diri sendiri. Oleh karena itu, wirausaha yang sukses adalah wirausaha yang mandiri dan percaya diri.

2. Berorientasikan Tugas dan Hasil

Seseorang yang selalu mengutamakan tugas dan hasil adalah orang yang selalu mengutamakan nilai-nilai motif berprestasi, berorientasi pada laba, ketekunan, dan kerja keras. Dalam kewirausahaan, peluang hanya diperoleh apabila ada inisiatif. Perilaku inisiatif biasanya diperoleh melalui pengalaman dan pengembangannya diperoleh dengan caradisiplin diri, berpikir kritis, tanggap, bergairah, dan semangat berprestasi.

3. Berani Mengambil Risiko

Salah satu hal penting dalam memulai berbuat sesuatu yang baru adalah berani mengambil risiko untuk melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Inovasi atau kebaruan tidak akan muncul jika kita melakukan hal-hal yang sudah dilakukan oleh orang lain, dan tidak berani melakukan hal-hal yang belum pernah kita lakukan. Wirausahawan adalah orang yang lebih menyukai usaha-usaha yang lebih menantang untuk mencapai kesuksesan atau kegagalan daripada usaha yang kurang menantang. Wirausahawan menghindari situasi risiko yang rendah karena tidak ada tantangan dan menjauhi situasi risiko yang tinggi karena ingin berhasil. Pada situasi ini, ada dua alternatif yang harus dipilih, yaitu alternatif yang menanggung risiko dan alternatif yang konservatif.


4. Kepemimpinan

Kepemimpinan adalah sikap yang dimiliki oleh seorang pemimpin di antaranya memiliki visi yang jelas, memiliki integritas dan kejujuran, mampu berkomunikasi dengan baik, menjadi teladan, rendah hati, mau mendengar, mampu memotivasi orang lain untuk melakukan tugasnya dan berlaku adil. Seorang wirausahawan harus memiliki sifat kepemimpinan, kepeloporan, keteladanan. la selalu menampilkan produkdan jasa-jasa baru dan berbeda sehingga ia menjadi pelopor baik dalam proses produksi maupun pemasaran dan selalu memanfaatkan perbedaan sebagai suatu yang menambah nilai.

5. Keorisinalitas/Keaslian

Keaslian ide, gagasan, pemikiran dan keputusan dapat diperoleh dengan keluasan wawasan dan kemampuan berpikir kreatif, serta melihat peluang yang ada. Orisinalitas muncul dari kemampuan untuk selalu menuangkan imajinasi dalam pekerjaannya, keinginan tampil berbeda atau selalu memanfaatkan perbedaan, memiliki sikap mental yang positif dan daya pikir kreatif. Karya orisinal juga hanya dapat dihasilkan oleh wirausahawan yang memiliki keahlian di bidangnya serta rajin mencoba hal-hal baru yang inovatif.

6. Berorientasi ke Masa Depan

Masa depan memiliki berbagai peluang dan tantangan yang berbeda dengan saat ini. Seorang dengan kewirausahaan berani melihat peluang dan tantangan tidak hanya di saat ini, melainkan juga di masa depan. Salah satu indikator atau tanda seseorang memiliki entrepreneurship atau jiwa kewirusahaan adalah mampu membuat usaha bisnis sendiri, menjadi wirausahawan. Wirausaha dalam bidang teknologi transportasi dan logistik, dapat menjadi wirausahawan yang menghasilkan produk, wirausahawan penjual produk ataupun wirausaha yang memberikan jasa perbaikan produk teknologi transportasi dan logistik. Keberhasilan wirausahawan adalah saat usahanya dapat menghasilkan keuntungan atau laba, mampu mempekerjakan banyak orang, memberikan bagi lingkungan sekitarnya, serta dapat memberikan kontribusi bagi kemajuan bangsa dan negaranya.

Faktor Penyebab Keberhasilan dan Kegagalan Berwirausaha

Memulai sesuatu yang baru pasti tidak mudah. Oleh karena itu, seorang wirausahawan harus berani mencoba dan mengambil risiko. Gagal dalam melakukan suatu hal adalah bagian dari proses untuk menuju kesuksesan. Kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda. Jika kamu mencoba wirausaha dalam suatu bidang, lalu gagal, kamu tidak perlu berkecil hati dan putus asa, cobalah kembaliSTentu sebelum memulai berwirausaha, buatlah perhitungan dan perencanaan yang matang.

Carilah dari berbagai sumber kisah-kisah para pengusaha yang sukses dalam menjalankan usahanya. Bacalah dengan saksama, lalu ambil pelajaran dari kisah mereka dalam memulai wirausaha sehingga kamu dapat mengetahui kegagalan dan kesuksesan mereka.

Perencanaan Usaha Kerajinan dengan Inspirasi Budaya Nonbenda

Budaya Tradisional sebagai Sumber Inspirasi

Indonesia sangat kaya dengan budaya tradisional yang merupakan adat istiadat yang berlaku pada setiap kelompok etnik atau suku bangsa.Terdapat lebih dari 300 kelompok etnik atau suku bangsa di Indonesia atau tepatnya 1.340 suku bangsa menurut sensus Badan Pusat Statistik tahun 2010. Indonesia memiliki jumlah suku bangsa terbanyak di Asia Tenggara. Artinya, Indonesia memiliki keragaman budaya tradisional yang merupakan potensi luar biasa untuk menjadi sumber inspirasi.

Budaya tradisi dapat dikelompokkan menjadi budaya nonbenda dan artefak/objek budaya. Budaya nonbenda di antaranya pantun, cerita rakyat, tarian, dan upacara adat. Sedangkan artefak/objek budaya diantaranya pakaian daerah, wadah tradisional, senjata dan rumah adat. Pada kehidupan sehari-hari, produk budaya tradisional nonbenda maupun artefak tidak dipisafv pisahkan melainkan menjadi satu kesatuan dan saling melengkapi.

Sebuah tarian tradisional bisa saja membawakan cerita tradisional, dengan menggunakan pakaian tradisional dan ditarikan pada sebuah upacara yang merupakan ritual tradisional. Contohnya tarian Burung Enggang dari suku Dayak, menceritakan tentang seekor burung enggang. Burung enggang bagi masyarakat Dayak merupakan simbol dewata. Burung enggang merupakan wujud nenek moyang yang turun ke bumi. Penari Burung Enggang menggunakan pakaian tradisional Dayak, dan diiringi musik tradisional yang dimainkan dengan alat musik tradisional.

Tarian, simbol, pakaian, musik dan alat musik tersebut dapat menjadi sumber inspirasi dari pembuatan kerajinan. Tarian, simbol dan musik merupakan produk budaya nonbenda, sedangkan pakaian, perlengkapan tari dan alat musik merupakan artifak/objek budaya.

Setiap jenis budaya tradisi baik nonbenda maupunartefak/objek budaya dapat menjadi sumber inspirasi untuk dikembangkan menjadi produk kerajinan. Hingga saat ini, tercatat 4.156 warisan budaya nonbenda yang terdapat di seluruh Indonesia. Setiap daerah dapat mengembangkan kerajinan khas daerah yang mengambil inspirasi dari budaya tradisi daerahnya masing-masing. Kekayaan budaya tradisi Indonesia adalah kearifan lokal {localgenius) yang dapat menjadi sumber inspirasi yang tidak ada habisnya.

Budaya Tradisional
Readmore → Wirausaha Kerajinan dengan Inspirasi Budaya Nonbenda, Sifat-sifat seorang wirausahawan, Percaya Diri, Berorientasikan Tugas dan Hasil, Berani Mengambil Risiko

Kreativitas, Keterampilan dalam Berwirausaha Sejak Sekolah

Kreativitas, Keterampilan dalam Berwirausaha Sejak Sekolah


Kreativitas dan keterampilan peserta didik dalam menghasilkan produk kerajinan, produk rekayasa, produk budidaya maupun produk pengolahan sudah dilatihkan melalui Mata Pelajaran Prakarya sejak di Sekolah Menengah Kelas VII, VIII dan Kelas IX. Peserta didik telah diperkenalkan pada keragaman teknik untuk menghasilkan produk kerajinan, produk rekayasan, produk budidaya dan produk pengolahan. Teknik yang dilatihkan dapat dimanfaatkan sesuai dengan potensi dan kearifan lokal yang khas daerah di daerah masing-masing. Peserta didik akan dengan kreatif dan terampil mengembangkan potensi khas daerah. Produk-produktersebut berpotensi memiliki nilai ekonomi melalui wirausaha.

Pada Sekolah Menengah Kelas X, XI dan XII pembelajaran Prakarya disinergikan dengan kompetensi Kewirausahaan, yaitu dalam Mata Pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan. Kewirausahaan merupakan kemampuan yang sangat penting dimiliki untuk dapat berperan di masa depan. Kewirausahaan meliputi pengolahan jiwa, semangat, pengetahuan, potensi kreatif dan keterampilan. Materi pembelajaran Prakarya pada Kerajinan, Rekayasa, Budidaya maupun Pengolahan dikaitkan dengan konteks Kewirausahaan. Pada Kelas X peserta didiktelah mulai dikenalkan kepada konsep wirausaha dan sikap dasar seorang wirausahawan.

Pada Kelas X peserta didik akan menjalankan proses pembelajaran yang lebih ditekankan kepada simulasi berwirausaha dengan memanfaatkan keterampilan melihat peluang pasar, berpikir kreatif, merancang, memproduksi, mengemas dan memasarkan secara sederhana. Kegiatan pembelajaran juga menekankan kepada kemampuan bekerja di dalam kelompok, sehingga peserta didik memiliki keterampilan untuk bekerjasama. Pembelajaran Prakarya dan Kewirausahaan Kelas X melatih sikap, memberikan pengetahuan, dan mengasah keterampilan pesertja didik untuk siap menjalankan wirausaha sesuai bidang prakarya yang diminati serta sesuai dengan potensi khas daerah masing-masing.

Pada Blog Belajar ini akan memberikan membimbing pembaca untuk melakukan kegiatan secara bertahap, sesuai tahapan yang dilakukan untuk memulai suatu usaha. Pada setiap artikel wirausaha, diawali dengan pengetahuan tentang konteks dari bidang prakarya; kerajinan, rekayasa, budidaya dan pengolahan. Proses pembelajaran selanjutnya terdiri dari kegiatan yang merupakan tahapan hingga pada tahap akhir adalah kegiatan simulasi wirausaha. Peserta didik dapat secara aktif memperkaya pengetahuan dengan mencari data dan informasi dari berbagai sumber lain di luar dari blog ini. Pembaca juga dapat mengembangkan ide sesuai dengan ciri khas dan potensi daerahnya agar kegiatan yang dilakukan dalam proses pembelajaran menjadi nyata dan sesuai dengan peluang dan kebutuhan yang ada.

Pokok Bahasan Kewirausahaan

Wirausaha Kerajinan dengan Inspirasi Budaya Nonbenda

  • Karakteristik Kewirausahaan
  • Perencanaan Usaha Kerajinan dengan Inspirasi
  • Budaya Nonbenda
  • Perancangan dan Produksi Kerajinan dengan Inspirasi
  • Budaya Nonbenda
  • Penghitungan Biaya Produksi Kerajinan dengan Inspirasi Budaya NonbendaPemasaran Langsung Kerajinan dengan Inspirasi Budaya Nonbenda
  • Evaluasi Hasil Kegiatan Usaha Kerajinan dengan Inspirasi Budaya Nonbenda

Wirausaha Produk Teknologi Transportasi dan Logistik

  • Karakteristik Kewirausahaan
  • Perencanaan Usaha ProdukTeknologiTransportasi dan Logistik
  • Perancangan dan Produksi ProdukTeknologi Transportasi dan Logistik
  • Penghitungan Biaya Produksi Produk Teknologi Transportasi dan Logistik
  • Pemasaran Langsung ProdukTeknologiTransportasi dan Logistik
  • Evauasi Hasil Kegiatan Usaha ProdukTeknologi Transportasi dan Logistik

Kewirausahaan Budi daya Tanaman Pangan

  • Perencanaan Usaha Budi dayaTanaman Pangan
  • Proses Produksi Budi dayaTanaman Pangan
  • Perhitungan Harga Pokok Usaha Budi dayaTanaman Pangan
  • Pemasaran Langsung Budi DayaTanaman Pangan
  • Hasil Kegiatan Usaha Budi DayaTanaman Pangan
  • Kewirausahaan Pengolahan Makanan Awetan Nabati
  • Perencanaan Usaha Makanan Awetan dari Bahan Nabati
  • Sistem Pengolahan Makanan Awetan dari Bahan Nabati
  • Perhitungan Biaya Makanan Awetan dari Bahan Nabati
  • Pemasaran Langsung Makanan Awetan dari Bahan Nabati
  • Hasil Kegiatan Usaha Makanan Awetan dari Bahan Nabati
Readmore → Kreativitas, Keterampilan dalam Berwirausaha Sejak Sekolah

Artikel Tentang Pramuka

Artikel Tentang Pramuka



Wahai generasi tunas bangsa, mari kita jadikan sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas kita dalam melaksanakan tristya pramuka dan dasa darma pramuka. kita bisa!!!

Sebagai pemuda pramuka, marilah kita pelajari bersama tentang Fungsi Pramuka, pada dasarnya fungsi dari pramuka adalah:

Kegiatan menarik bagi anak atau pemuda
Kegiatan menarik di sini dimaksudkan kegiatan yang menyenangkan dan mengandung pendidikan. Karena itu permainan harus mempunyai tujuan dan aturan permainan, jadi bukan kegiatan yang hanya bersifat hiburan saja. Karena itu lebih tepat kita sebut saja kegiatan menarik.
Pengabdian bagi orang dewasa

Bagi orang dewasa kepramukaan bukan lagi permainan, tetapi suatu tugas yang memerlukan keikhlasan, kerelaan, dan pengabdian. Orang dewasa ini mempunyai kewajiban untuk secara sukarela membaktikan dirinya demi suksesnya pencapaian tujuan organisasi.
Dan fungsi pramuka yang utama untuk generasi muda adalah sebagai Alat bagi masyarakat dan organisasi

Kepramukaan merupakan alat bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat, dan juga alat bagi organisasi untuk mencapai tujuan organisasinya. Jadi kegiatan kepramukaan yang diberikan sebagai latihan berkala dalam satuan pramuka itu sekedar alat saja, dan bukan tujuan pendidikannya.
Dari sana selayaknya kita berusaha untuk meningkatkan setiap gerakan kepramukaan sebagai mana fungsinya.

Tepok pramuka..........


Tahukah wahai pemuda pramuka apa itu tujuan dari pramuka?????

Sebenarnya Tujuan Pramuka adalah sangat mulia karena Gerakan Pramuka bertujuan mendidik anak-anak dan pemuda Indonesia dengan prinsip-Prinsip Dasar dan Metode Kepramukaan yang pelaksanaannya disesuaikan dengan keadaan, kepentingan dan perkembangan bangsa dan masyarakat Indonesia dengan tujuan agar;
anggota pramuka menjadi manusia yang berkepribadian dan berwatak luhur serta tinggi mental, moral, budi pekerti dan kuat keyakinan beragamanya.
anggota pramuka menjadi manusia yang tinggi kecerdasan dan keterampilannya.
anggota pramuka menjadi manusia yang kuat dan sehat fisiknya.
anggota pramuka menjadi manusia yang menjadi warga negara Indonesia yang berjiwa Pancasila, setia dan patuh kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia; sehingga menjadi angota masyarakat yang baik dan berguna, yang sanggup dan mampu menyelanggarakan pembangunan bangsa dan negara.
Peringatan Hari Pramuka

Tujuan tersebut merupakan cita-cita Gerakan Pramuka. Karena itu semua kegiatan yang dilakukan oleh semua unsur dalam Gerakan Pramuka harus mengarah pada pencapaian tujuan tersebut.

Sebelum kita akhiri, Pramuka adalah sebuah pendidikan yang untuk bagaimana kita bermasyarakat dengan baik dan sesuai dengan semua norma. marilah kita jadikan peringatan hari pramuka ini sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas diri pribadi kita untuk hidup yang lebih baik, karena semua mimpi bisa menjadi kenyataan jika kita bisa bersungguh sungguh.
Readmore → Artikel Tentang Pramuka